Detoks Digital Generasi Z: Menulis dan Mengirim Surat

Di era digital yang serba cepat, di mana setiap notifikasi mampu mengalihkan perhatian dan multitasking menjadi hal yang umum, menulis surat dengan tangan muncul sebagai alternatif yang menenangkan. Kegiatan ini, yang dianggap kuno oleh sebagian orang, kini mengalami kebangkitan dan menarik perhatian banyak orang, khususnya di kalangan generasi muda.

Menulis surat memungkinkan individu terhubung secara lebih mendalam dan personal. Dari menulis di kertas hingga menggunakan alat penulis klasik, aktivitas ini memberikan kesempatan bagi orang untuk memperlambat ritme hidup mereka dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan orang lain.

Salah satu contoh adalah Melissa Bobbitt, seorang penulis surat berusia 42 tahun dari Claremont, California. Ia memiliki hingga 40 teman pena dan merasakan bahwa setiap surat yang ia terima seperti sesi terapi yang membantu mendalami perasaan dan pikiran.

Fenomena Menulis Surat di Era Digital yang Serba Cepat

Trend menulis surat ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan banyak orang. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan pelarian dari kewajiban dan tekanan sehari-hari, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berkreasi. Keterlibatan dalam aktivitas seperti ini memungkinkan seseorang untuk tidak hanya berkomunikasi, tetapi juga mengekspresikan diri dengan lebih kreatif.

Aktivitas seperti membuat buku tempel, kaligrafi, dan penggunaan segel lilin semakin populer. Hal ini menambah nilai estetika pada surat yang ditulis tangan, menjadikannya lebih istimewa dibanding dengan pesan teks atau email. Masing-masing elemen ini membawa nuansa nostalgia dan keindahan yang tidak dapat ditemukan dalam komunikasi digital.

Mahasiswa Stephania Kontopanos berbagi pengalamannya menghidupkan kembali hobi menulis surat. Dalam dunia di mana hampir semua hal didigitalkan, ia merasa penting untuk menciptakan ruang bagi dirinya sendiri untuk bercreasi dan berkomunikasi secara lebih intim.

Mengatasi Kesibukan dengan Menulis Surat

Di tengah kesibukan yang melanda, menulis surat bisa menjadi bentuk pelarian yang sangat bermanfaat. Dengan memberikan fokus pada satu aktivitas, seseorang dapat merasakan ketenangan yang jarang didapat dari aktivitas digital. Meluangkan waktu untuk menulis memberikan kesempatan untuk merenung dan berpikir lebih dalam tentang hubungan dengan orang lain.

Kontopanos mengakui kesulitan untuk melepaskan diri dari ponselnya, terutama ketika semua temannya terhubung melalui media sosial. Namun, aktivitas menulis surat menjadi cara untuk menjauh dari rutinitas digital dan menemukan kembali makna dalam hubungan-hubungan tersebut.

Melalui surat, orang dapat mengekspresikan pikiran dan perasaan yang mungkin sulit diungkapkan secara verbal. Banyak orang merasa bahwa menuliskan perasaan mereka di atas kertas memberikan kebebasan untuk berbagi pengalaman hidup yang mungkin terlalu pribadi untuk dibagikan secara lisan.

Menemukan Kembali Koneksi Melalui Nostalgia

Menulis surat dapat memicu rasa nostalgia yang mendalam, yang seringkali mengingatkan kita pada momen atau hubungan berharga dalam hidup. KiKi Klassen, seorang wanita berusia 28 tahun dari Ontario, Kanada, merasa lebih terhubung dengan ibunya yang telah tiada melalui aktivitas ini. Dengan membuat dan mengirim surat, ia merasakan keberadaan ibunya dalam setiap kata yang ditulis.

Klassen juga menyelenggarakan Lucky Duck Mail Club, layanan kiriman surat bulanan yang telah mendapat respon positif dari lebih dari 1.000 anggota di berbagai negara. Kegiatan ini bukan hanya sekadar menulis, tetapi juga membantu orang menemukan makna dan jaringan di luar dunia maya.

Dengan mengirimkan seni, kutipan, dan pesan yang menggugah, Klassen membangun koneksi yang lebih nyata dan personal, yang jauh dari gamifikasi interaksi online. Surat memberikan kesempatan untuk berbagi gagasan dan cerita kehidupan yang lebih mendalam.

Bagaimana Memulai Kembali Menulis Surat?

Banyak orang yang ingin terlibat dalam menulis surat mungkin merasa kesulitan untuk memulai. Ini biasanya disebabkan oleh kesibukan yang terus-menerus dan kurangnya waktu. Kontopanos menegaskan pentingnya untuk memprioritaskan aktivitas yang memberikan semangat dan keasyikan, seperti menulis surat.

Menemukan waktu untuk menulis surat bisa menjadi tantangan, tetapi dapat dilakukan dengan membagi waktu sehari-hari untuk aktivitas yang lebih mendekatkan diri dengan orang-orang terdekat. Ini bisa dimulai dengan mengirimkan kartu pos atau surat sederhana setiap bulannya.

Sementara itu, Klassen meyakini bahwa tren menulis surat dengan tangan akan terus berkembang, terutama ketika semakin banyak orang yang menyadari kekuatan dari komunikasi yang lebih mendalam dan personal. Melalui alat tulis antik dan kegiatan kreatif lainnya, banyak orang mulai beralih ke analog dalam menghubungkan diri dengan orang lain.

Related posts